Selasa, 17 Oktober 2017

Rapat Kerja Nasional KLHK 2017 Untuk Hutan, Lingkungan dan Perubahan Iklim Berkeadilan

Jakarta 2-3 Agustus 2017
Auditorium Manggala Wanabakti
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Catatan oleh:
Syir Asih Amanati (Rabu, 2 Agustus 2017)
Efrial Ruliandi (Kamis, 3 Agustus 2017)
Mewakili Greeneration Foundation


Selengkapnya materi terdapat dalam tautan berikut:
  1. Kebijakan Menteri LHK, Materi Rakernas 2017 : https://drive.google.com/file/d/0B3iBo8knJdOiLW9IVTdyVG14MHM/view
  2. Materi Rakernas 2017 :

Resume

Rabu, 2 Agustus 2017
Narasumber 1 : Menkopolhukam, Bapak Wiranto
Perlu perubahan metode dengan pendekatan kekinian untuk menjaga Kedaulatan Sumber Kekayaan Alam (SKA). Jika melihat pada sejarah, terjadi penumpukan di Pulau Jawa mengapa? Karena saat Indonesia mendirikan tentara belum memiliki modal, yang paling mudah adalah dengan mengakuisisi milik Belanda yang notabene menguasasi rel-rel di Jawa hingga ke Banyuwangi. Rekomendasinya perlu ada relokasi pasukan yang didukung oleh infrastruktur.
Kondisi hutang Indonesia saat ini untuk mencicil hutang-hutang terdahulu, indeks Indonesia dari kacamata survei internasional (yang netral dari pemerintah) baik.
Resepnya STMJ
S – Sadar : jabatan titipan Allah SWT dan mandat rakyat
T – Tahu Tugasnya : Tahu TUPOKSI, masalahnya dan solusinya
M – Mau ambil risiko sebagai problem solver
J – Jujur pada Tuhan (paling berat), atasan dan diri sendiri
**
Narasumber 2 : Menko Bidang Perekonomian, Bapak Darmin Nasution
Data dan fakta menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang besar, misalnya hutan terluas di dunia dengan segala potensinya. Posisi Indonesia yang memiliki pantai kedua terpanjang setelah Canada juga berada di ring of fire.
Sejak tahun 1973 trend sawit sudah ada, sehingga kondisi saat ini hutan sudah rusak dan sulit ditanami. Malaysia sukses kembangkan sawit karena melihat Indonesia melakukan transmigrasi. Kondisi saat ini kebijakan ekonomi kita harus memilih yang kurang buruk di antara yang buruk-buruk. Perlu dicari tanaman yang menguntungkan.
Persebaran penduduk saat ini 256juta jiwa 57%nya berada di Pulau Jawa.
Ketimpangan yang ada (tanah, pendidikan, penguasaan lahan, ketidak adilan tenaga kerja dan kesempatan) perlu distrategikan dengan menyeimbangkan antara equality dengan equity (modal: tanah, pendidikan). Perlu transmigrasi dengan cluster sebagai bagian dari reformasi agraria, pastikan bibit/benih bercocok tanam dan beternak yang bagus dan pengelolaan pasca panen yang terintegrasi. Perlu adanya review tiap beberapa tahun, jangan terlalu lama 35tahun seperti yang sudah-sudah.
**
Narasumber 3 : Menko Bidang Kemaritiman, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan
Untuk menuju Sabang dari Merauke memerlukan waktu 8 jam, melebihi jarak ke Jepang, ini menunjukkan betapa luasnya negara Indonesia. Investment grade dalam 21 tahun terakhir meningkat. Indeks keperayaan konsumen tertinggi sejak 12 tahun terakhir, harga-harga tidak banyak bergeser contohnya saat Ramadhan kemarin, kepercayaan sempat menurun saat subsidi BBM turun namun sudah kembali lagi.
BPS diundang ke KemenkoBid Kemaritiman hari ini dan menyatakan bahwa baru 8% dari potensi yang ada di Indonesia yang telah diolah. Perlu adanya inovasi-inovasi yang menghasilkan efisiensi misalnya proyek LRT yang bisa hemat hingga 6 Triliyun. Kita bisa mengembangkan yang ada dari dalam negeri libatkan anak-anak muda, jangan jadi pasar luar negeri saja dan tidak dijajah.
3 Besar prioritas pariwisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN): Borobudur, Mandalika dan Toba.
Usaha efisiensi BBM, tidak bisa terasa dalam 2 tahun, namun 30 tahun baru terasa dampaknya, konsumsi BBM menurun 190M/tahun.
Layer-layer yang tidak perlu dipotong saja, contohnya Biaya cruise lebih tinggi daripada Singapura yang dapat dari 1 pelabuhan saja dapat 10 juta penumpang. Kita yang memiliki banyak pelabuhan hanya dapat 10% dari target, 200.000 orang.
Tol laut membuat peredaran barang tidak harus ke Jawa dahulu.
Proses pengambilan keputusan sangat penting, jangan berbelit-belit. Jika ada aturan yang menghambat, misalnya tinggal Kementerian selama masih bisa menjaga kualitas dan kepentingan bangsa terwujud tidak apa-apa diganti.
Pastikan semua bekerja dalam tim seara profesional, baik di institusi internal maupun antar lembaga, pastikan kejujuran dalam pengambilan keputusan
**
Narasumber 4 : Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ibu Puan Maharani
Fokus 5 Revolusi mental:
a. Indonesia Melayani
b. Indonesia Tertib
c. Indonesia Mandiri
d. Indonesia Bersih
e. Indonesia Bersatu
Bidang lingkungan, Indonesia Bersih. Pengalaman saat meninjau lokasi batas air tenang dan laut itu plastik, meski sudah dibersihkan akan datang lagi.
Hutan Papua dan Sumatera sudah masuk dalam endanger list. Bunaken belum ada solusi siapa yang mengurus Provinsi/Kota/KLHK, semua merasa mengurusi tapi tidak ada yang mengurusi tidak bisa dilihat lagi keindahan di dalamnya dalam 15 menit awal.
Siapa yang mengurusi laut dan hutan kita wewenangnya belum ada keputusan. Kemenko perlu mengkaitkan dan mensinkronisasikan.
Sebenarnya banyak riset-riset dari kita yang menarik tapi belum terdengar seperti kebakaran hutan dan penggunaan kapas basah, riset dampak kebakaran hutan pada ISPA & ISPU dengan mesin di motor yang disambung dengan air, tapi tidak muncul.
Solusi rakernas ini harus lebih konkrit
**
Narasumber 5 : Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya
Banjir di Subang, Bima, Limboto, Garut bersumber di hulu, kondisinya pengrusakan manusia dengan alam balap-balapan.
Masalah terjadi di lahan tradisional di bawah 2 ha. Sampah, sumber daya air, juga balap-balapan dengan bencana.
Usaha menjaga SDA = menjaga kedaulatan, kabinet kali ini mengetengahkan isu perubahan iklim. Berbahaya jika memiliki cara pandang “Lebih baik kita pakai SDA duluan sebelum ada yang pakai lagi”.
Di satu sisi kita punya absolute advantage yakni endemic species dan eco spatial, di sisi lain perlu diseimbangkan juga dengan competitive advantage.
**
Narasumber 6 : Ketua Kaukus Ekonomi Hijau DPR RI, Wakil Ketuan Komisi VII, Bapak Satya W. Yuda
Ada forum diskusi antara parlemen dengan para pemangku kepentingan dalam dan luar negeri
Eenrgi baru dan terbarukan perlu yang sustainable memang pasti akan ada yang dikorbankan sebagian. Tidak hanya memperhitungkan aspek kwh saja tapi juga dampak ekologisnya.
**
Narasumber 7 : Ketua Wanrah Perubahan Iklim, Bapak Sarwono Kusumaatmadja (Mantan Menteri Lingkungan Hidup)
Kelemahan Paris Agreement yaitu banyak yang ikut jadi sulit terukur. Dunia sudah pada kenaikan 3 derajat celcius bukan lagi 2 derajat celcius. Terjadi kemunduran dengan posisi Presiden AS, Donald Trump yang tidak percaya akan perubahan iklim.
Opsi yang dapat kita lakukan: competitive advantage low carbon economy dan inovasi
**
Narasumber 8 : Gubernur LEMHANNAS, Bapak Agus Widjojo
Kedaulatan Sumber Kekayaan Alam (SKA), Ketahanan Nasional dan Climate Resilience mencakup pangan, energi, lingkungan, konservasi dan air.
Di satu sisi kita mengalami peningkatan jumlah penduduk, peningkatan konsumsi per kapita, peningkatan dampak teknologi. Di sisi lain kita perlu memikirkan bagaimana aagar sejahtera dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
Resilience/Ketahanan: ability to prevent
Pasal 33 UU 1945 – UN Harter 1803, kedaulatan. Perlu adanya divesrifikasi dan tidak tergantung dengan negara lain
**
Sesi tanya jawab
UI : PR untuk membuat teknologi yang berorientasi hutam produktif dan lindung. Perlu alternatif yang menggantikan padi karena perluasannya dibakar, misalnya dengan biji nangka jadi teme, dari sukun dan duren. Agro forestry ditambah dengan ekonomi. Absolute advantage perlu dipertahankan, misalnya kayu cendana, sapi bali (kelesterol rendah), kopi gayo di gunung Sinabunng.
DLH Riau: masalah deret eksponensial, solusi deret ukur. Keterbatasan SDM dan ancaman nyawa, anggaran juga sangat dibutuhkan untuk pengawasan dan penegakkan hukum, karena keusilan oknum-oknum dan korporasi.
-
Kamis, 3 Agustus 2017
Disarikan dari narasumber-narasumber: Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kabareskrim POLRI, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Komisi IV DPR RI, Ketua DKN, Sekjend KLHK, TNI dan Dirjen PPI dan Biro Umum
Pengelolaan sumber kekayaan alam dalam kaitan dengan ketahanan nasional diarahkan untuk senantiasa menyediakan pilihan-pilihan dalam pemanfaatan sumberdaya alam, menciptakan mata rantai nilai dan meningkatkannya sebagai nilai tambah yang tidak melebihi daya dukung. Hal ini akan mendorong keberlanjutan pemanfaatan atas kekayaan alam bagi masyarakat.
Kecepatan pemulihan ekosistem dan sumberdaya alam Indonesia tidak bisa dilakukan secepat tingkat eksploitasi yang dilakukan akibat adanya kebutuhan sebagai konsekuensi pertambahan jumlah penduduk. Eksploitasi yang berlebihan dipastikan mengganggu kestabilan lingkungan yang mengakibatkan perubahan tatanan perikehidupan masyarakat utamanya terhadap ketahanan pangan, ketahanan energi.
Ada dukungan dan pengawasan dari legislatif untuk anggaran negara hijau (green finance) yang sinergis antar kementerian/lembaga. Perlu memahami indikator NDC agar implementatif pada segala lapisan masyarakat secara lebih mudah baik pada sektor energi, pertanian, limbah dan kehutanan serta mendukung implementasi circular economy sebagai pendukung NDC.
Peran legislatif terkait dengan perubahan iklim untuk kesejahteraan masyarakat adalah bersama-sama dengan pemerintah untuk berkolaborasi menciptakan berbagai inisiasi legislasi agar memiliki daya ikat (legally binding). Di Indonesia, anggaran hijau (green finance) belum merupakan basis penyusunan anggaran negara, masih bersifat sektoral pada tiap kementerian/lembaga. Terkait dengan pemanasaan global, harus dianggap sebagai krisis nyata dan harus dihitung implikasi sosial ekologis bagi Indonesia. Perlu payung hukum untuk merubah NDC ke dalam aksi nyata untuk memenuhi target.
Kesepakatan Paris diterjemahkan dalam NDC yang meliputi sektor energi, sampah, industri, pertanian dan kehutanan. Upaya dilakukan melalui adaptasi dan mitigasi dengan inovasi yang kompetitif advantage dan bukan komparatif. (Pada hal tertentu absolute advantage).
Persoalan lingkungan hidup dan kehutanan berakar dari kondisi tapak sebagai barang milik publik yang menyentuh hamper seluruh sendi kehidupan seluruh rakyat. Mengelola kompleksitas ekosistem yang dinamis seperti menjaga peradaban di setiap tapaknya. Perlu kehati-hatian agar kejadian kebakaran hutan dan lahan, banjir, tanah longsor serta bencana ekologis lainnya tidak terulang. Pemanfaatan sumberdaya alam perlu diikuti dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Kebijakan diarahkan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat secara berkelanjutan, dimulai dengan menata ulang alokasi hutan (termasuk aksi-aksi perhutanan sosial yang memperluas akses lahan, kesempatan dan SDM sebagai upaya peningkatan keberpihakan kepada masyarakat), memperbaiki tata kelola kehutanan (perijinan satu pintu), tata kelola gambut untuk merestorasi gambut, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, peningkatan pemanfaatan dalam kaitan dengan pengendalian perubahan iklim, dan peningkatan kesadaran lingkungan.
Kekuatan dan keunggulan letak geografis Indonesia bertumpu pada 17.500 pulau, 54.000 km garis pantai, 300 suku dan 700 bahasa. Secara geografis, Indonesia hadir sebagai poros maritim dunia sebagai jalur distribusi logistik dunia dan ring of fire yang dapat dimanfaatkan untuk menopang ketahanan energi dan lain-lain. Pembangunan kemaritiman perlu memperhatikan langkah-langkah yang efektif didasarkan pada inovasi yang mempunyai nilai tambah. Upaya pemerintah untuk memperkuat posisi geografis tersebut melalui pembangunan infrastruktur pelabuhan, TOL Laut, dan pemanfaatan SDA/panas bumi melalui instrument green economy dengan tujuan memastikan keberlanjutan, meminimalkan kesenjangan wilayah (gini ratio) dan meningkatkan daya saing ekonomi. Dalam konteks internasional peringkat daya saing, indeks kesenjangan daerah/gini ratio membaik, untuk itu ada kebutuhan bekerja secara holistik dan team work untuk mengendalikan kerusakan lingkungan akibat adanya perubahan iklim.
Hutan dapat dijadikan sebagai model pembangunan ekonomi yang mensejahterakan rakyat dengan beberapa indikator konkret seperti entitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan lain-lain. Penyelesaian berbagai permasalahan urusan lingkungan hidup dan kehutanan harus diselesaikan secara bersama-sama (gotong-royong) sehingga perlu sinergi antara pusat dan daerah dalam bingkai NKRI agar masalah-masalah kehutanan dan lingkungan hidup dapat teratasi melalui solusi yang kongkret. Misalnya melalui tata kelola perijinan, tata kelola gambut, pola bersama penanganan kebakaran hutan ditingkat daerah yang melibatkan masyarakat/para pelaku usaha ekonomi dan pemerintah daerah serta pola penanganan pengelolaan sampah yang juga dapat dimanfaatkan untuk menopang ketahanan energi dan pembangunan.
Persoalan lingkungan, seperti pengelolaan sampah dan kebakaran hutan dan lahan, persoalan bangsa yang membutuhkan upaya bersama dan kolektif. Semangat yang dibangun dilandasi sebagai suatu gerakan yang merubah cara berpikir dan cara bertindak secara revolusioner yang dilakukan secara bersama (team work) oleh komponen bangsa baik pusat maupun daerah.
Salah satu upaya mengatasi ketimpangan lahan hendak diselesaikan dengan program reforma agraria legalisasi aset seluas 4,5 juta ha, redistribusi tanah seluas 4,5 juta ha (di dalamnya termasuk pelepasan kawasan hutan seluas 4,1 juta ha), dan legalitas akses kelola seluas 12,7 juta ha. Solusi ini dibarengi dengan perluasan kesempatan dan peningkatan SDM untuk menciptakan inovasi teknologi rehabilitasi hutan yang bernilai tinggi dengan valuasi ekonomi yang kompetitif jika dibandingkan dengan komoditas perkebunan/pertanian. Dalam kaitan ini, maka perlu ada dukungan aktualisasi revolusi mental dalam tata kelola kehutanan dan lingkungan, bukan hanya pada tataran konsep. Dalam kaitan itu semua tata kelola hutan sudah perlu di dalami lebih lanjut sebagai bagian atasi kesenjangan melalui ekonomi berkeadilan dengan elemen lahan, peluang usaha dan pelatihan.
Tantangan pembangunan ekonomi berkeadilan adalah adanya ketimpangan terhadap akses lahan, kesempatan memanfaatkan SDA oleh komponen bangsa baik pemerintah/swasta yang dijelaskan dalam informasi land holding per kepala keluarga. Belum adanya kesepahaman pemanfaatan lahan yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan menyebabkan orientasi lebih bertumpu pada nilai ekonomi yang menyebabkan banyaknya konversi hutan menjadi peruntukan lain.
Untuk itu semua, para pihak perlu menerapkan STMJ (sadar, tahu, mengerti dan jujur) untuk melaksanakan cita-cita bersama.
Kebijakan membangun dari pinggiran dengan memajukan pengelolaan hutan berkelanjutan yang berkeadilan, dengan pendekatan holistik dan terintegrasi serta mempertimbangkan inovasi-inovasi solutif di bidang regulasi dan adi praktis diharapkan dapat mendorong kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan dan mengatasi lingkungan yang berubah. Solusi ini dapat memastikan keberlanjutan pengelolaan SDA dan menurunkan potensi konflik di tingkat masyarakat. Langkah ini tidak bisa dilakukan hanya oleh satu sektor, namun harus menjadi aksi bersama/kolektif seluruh elemen bangsa.
Dalam konteks rapat kerja ini, maka negara di beberapa pulau merupakan hutan yang perlu dikelola dengan memperhatikan aspek ekologi, mengakomodir dinamika sosial di tingkat masyarakat sekaligus mengatasi kesenjangan antar wilayah sedemikian rupa sehingga mampu mendorong pemenuhan tujuan pembangunan ekonomi dan sosial. Ini juga merupakan unsur ketahanan wilayah dalam menjaga kedaulatan sumber kekayaan alam Indonesia. Masalah-masalah terkait dengan kebakaran hutan dan keamanan hayati adalah contoh betapa kedaulatan alam terkait dengan kedaulatan negara.

Rabu, 13 September 2017

Hanya Dia

17 Feb 2016 / 9 Jumadil Awal
Masjid AlAzhar
Ust. Subhan Bawazier
-
Yang baik yang kalian inginkan ada di sisi Allah.
Perbaikilah caranya, misalnya belajar cara berwudhu yang baik, tidak mubadzir menggunakan air. Listrik bukan hasil mencuri/loss. Misalnya tidak berhaji dengan uang korupsi.
Kalau ibadah ada mencampurkan iman dengan kedzaliman, maka tidak ada ketenangan di dalamnya.

Tips agar bisa menampilkan yang terbaik:
Shalat baca yang paling gampang dari Quran dan dimengerti. Orang yang khusu' menjadi orang yang beruntung, maka penyebab orang membuat kebaikan mendapat pahala dari orang yang beruntung itu.

Orang yang mengenal Allah, tahu akan berjumpa pada Allah. Tahu yang kita lakukan hanya untuk Dia, semua akan menjadi ringan.
Mempersiapkan diri, misalnya menabung untuk kurban. Apapun yang kau keluarkan untuk Allah, akan Allah ganti: misalnya shalat tahajud bersedekah waktu tidur yang berkurang. Banyak pujian Allah bagi orang yang bangun di malam hari untuk beribadah.

Berbakti dengan orang tua = jihad. Aqidah itu adalah fondasi. Puncaknya agama adalah jihad. Bagaimana orang berjihad shalatnya harus baik, hubungan dengan pasangan baik, ortu baik (dasarnya).

Allah akan murka pada makhluknya yang menyakiti kekasihnya. Misalnya angin yang membuat sakit manusia yang menuntut ilmu malam hari.

Belajar mencintai/membenci orang karena Allah kita melakukan proses, bukan memaksakan Allah untuk menuruti yang kita. Sekarang kau cinta besok kau benci. Hidup berubah. Tapi kalau karena Allah akan ringan. Cari pasangan yang mendekatkan pada Allah.

Ada yang makan daging unta untuk berwudhu. Kalau gak memberatkan bersiwak sebelum wudhu, membersihkan gigi karena akan keluar ayat-ayat Illahi.

Ada syaitan yang membuat was-was, kita mesti hati-hati.
Bershalat pembukaannya sabar.

Masalah sejak zaman Nabi Nuh. Ada yang menterjemahkan meminta Allah seperti meminta pada Raja dengan menjadikan mereka perantara pada Allah. Musuh-musuhnya Nabi Nuh & Muhammad meminta kepada orang yang mati sebagai perantara, misalnya kubur dibagus2in dan mahal2in. Tidak ada orang mati yang masuk ke orang hidup kecuali syaitan yang membuat was-was.

Syaitan jorok, bau, kotor. Syaitan tidak suka yang wangi. Syaitan gak kebakar kalau ada quran.

Kiat agar khusu'. Amal tergantung niat. Kalau lagi shalat terpikir hal lain, dengan menghilangkan was-was, membuang ludah ke arah kiri. Shakat seperti melihat Nabi shalat.

Boleh tidak saat sujud membaca doa dengan bahasa Indonesia? Contohnya Nabi, tidak seperti ini.

Senin, 28 Agustus 2017

Kutunggu Kalian di Telaga

Ust. Muhammad Nuzulul Dzikri
14 Des 2016
-
Pada hari yang benar. Saat manusia dibangkitkan dg telanjang, tanpa pakaian dan tidak membawa apapun. Saat jarak matahari dan bumi hanya 1 mil.

Apa yang dipersiapkan Nabi (gelas-gelas jamuan di telaga) lebih banyak dari jumlah bintang di langit 100x 10(pangkat 29); yang saat ini sudah ditemukan.

Air yang dia tuangkan dari telaga lebih putih dari salju dan susu serta lebih manis dari madu. Harumnya lebih harum dari kasturi. Barang siapa yg meminumnya tidak akan kehausan selama-lamanya. Wajahnya tidak akan gelap selama-lamanya. Sebelum tahapan kehidupan selanjutnya.

Nabi SAW menambut kita, setelah perjuangan beliau di dunia. Di akhirat beliau menyajikan untuk kita.
Nabi tidaj pernah bilang "Kenapa kamu melakukan ini", tidak pernah menyalahkan orang lain, tapi bercermin diri sendiri. Orang yang dahulu pernah memfitnah istri Nabi Aisyah berzina, saat wafat pakaian Nabi dipakai sebagai kafannya dan menshalatinya.

Ada yang ditolak dan diusir malaikat. Tapi Nabi masih peduli dan membela dg mengatakan dia bagian dari umat Nabi. Malaikat mengatakan kalau engkau tidak tahu apa yang mereka lakukan setelah Nabi wafat, yaitu murtad dan melakukan ibadah yang tidak ada dasarnya.

Yang pertama kali mendapatkan minuman itu:
Orang-orang fakir muhajirin, yg rambut berantakan, baju lusuh.
Yang istrinya biasa-biasa saja (beberapa kali melamar ditolak).

Orang2 yg diusir:
Orang-orang yang membantu pemimpin yang dzholim, yang membenarkan janji-janji dusta, tidak membantu kedzalimannya. Orang-orang yang gak sabar.


Mencintai karena Allah

Al Hakim, Menteng; 23 Juli 2016

Laki-laki diberikan logika yang lebih besar, bukan perempuan sehingga tidak mudah mengucapkan talak.
Perempuan untuk 'memarahi'. Kelemahan perempuan: telinga & uang.

Adab seorang istri, tidak boleh berbicara lebih kencang dari suami.
Suami harus memuji istri.
Perempuan tidak menjadi pemimpin tertinggi karena berat akhirat, tidak memakai perasaan tapi logika.

Hadits riwayat Abu Daud:
Rasul menyebutkan ada perbuatan yg membuat iman semakin hari makin sempurna:
1. Mencintai karena Allah
Bukan karena golongan, aliran
Mawaddah (ketertarikan kasih sayang yg halal antara laki-laki & perempuan).
Batal nikah: cerai/talak, murtad, wafat
Didasarkan ukhwah: aqidah, satu negara, membantu makhluk Allah.

2. Membenci karena Allah

? Di Indonesia mayoritas muslim. Inggris jd minoritas, walikota Safiq Khan

3.Memberi karena Allah
Tidak mrnyebut, ilmu hati

4. Menahan krn Allah
Hindari rumpi, tidak memfasilitas rumah bordir, 

Tarhim Ramadhan 1437H

Villa Datuk Hakim
Cilember
Aa Rizal

Tangan tidak salah meraba
Mata tak perlu tinta berwarna

Manusia selalu berkeluh, lupa dalam
Qs. Al Kahfi. Pintar berargumentasi & menyalahkan

Imam ghazali, sering berkata soal keterpedayaan.
Apa itu keperdayaan?
Rasulullah saat isra mi'raj
Di neraka siapa? Ahli ibadah, tapi ibadahnya tidak bernilai ibadah di hadapan Allah. Manusia satu-satunya makhluk yang meresapi keingkarannya: ex. Dalam berpakaian

Tidak menggunakan hukum Allah, akan terjerat dalam kefakiran yang tiada akhirnya, ex. Suami jelek pusing, suami ganteng pusing, serba salah terus. Pimpinan daerah banyak yang korupsi merasa kurang terus.

Tubuh & ruh memerlukan nutrisi. Ketika manusia dg fisik & ruh ingin mencapai cita2 & perubahan muncul harapan2, jembatan menuju cita2 & keyakinan hanya satu yaitu hidayah.

Hidayah itu apa?
Pertolongan Allah bagi orang yang dianggap patut untuk ditolong. Bagaimana membangun fit & proper diberi hidayah?
1. Mengerti & paham bahwa manusia punya usaha, Allah punya kuasa.
Banyak orang gigih yang gagal, jujur gak maju2. Semua perlu ikhtiar, usaha bahwa Allah yang akan membayar.

2. Ibadah yang dilakukan jangan dianggap sebagai kewajiban, tapi sebagai kebutuhan. Gunakan matematika iman, bukan matematika logika.
Matematika logika:
0-9
0 ketidak punyaan
9 sukses

Matematika iman:
Ingat qarun, firaun yang tidak mampu
1 saja,
Menjaga anak yatim berdampingan dengan 0 jadi 10
0 angka kemuliaan,
"Ya Allah hidupkan aku dalam keadaan miskin, matikan dalam keadaan miskin & satukan dengan orang-orang miskin"
Dekati orang2 yang minta bantuan kita.
1/0 = tidak terhingga V betul

3. Ridho pada takdir yang ada

Mengevaluasi diri dari:
Yang salah, bodoh orang lain yang cerdas kita.
-
Bulan Ramadhan, pendidikan & pelatihan agar setelah itu lulus dapat  ijazah:
- tattaqun (taqwa): bentuk ekspresi setelah diklat dimudahkan urusanya ex. Orang habis nonton film gesture berubah.

Bahagia burung di udara, bahagia ikan di air, bahagia cacing di tanah, bahagia manusia di mana?
Dalam takwa.

Manusia makhluk alternatif,
Bisa lebih tinggi dari para malaikat dan bisa lebih rendah dari para binatang. Syurga manusia diciptakan bisa lebih tinggi dari malaikat

Judul film selama Ramadhan:
1. Menunda Makan
Makna trainingnya: kita bisa melakukan tapi kita menundanya. Membangun rasa tenang dalam susah dan senang.
Ex. Merokok, mabuk melewati garis pahit lalu adiksi. Berlayar, sebelumnya ombang, basah, harus mendayung, setelah melewati garis pantai akan ditemukan ketenangan.
Paksakan, ada sebuah gerakan dikit.
Sama Allah tidak perhitungan, niat saja sudah terhitung.

2. Shalat Panjang
Fenomena cari tempat shalat yang rakaat paling pendek.
Esensi: hidup memerlukan usaha & perjuangan (istiqomah). Menata agar bisa menyenangkan bagi orang lain, tidak hanya menuntut orang lain karena seperti memakai baju orang lain utuk diri sendiri.
Dicintai keberadaannya dirindukan ketiadaannya.
Membangun istiqomah dalam setiap keadaan, melihat Allah besar dalam setiap kedaan susah maupun senang. Berdiplomasi hanya pada manusia tidak dg Allah.

3. Menahan diri dari hawa nafsu
Rasa sakit yang mendahului, mencetak orang kaya agar rendah hati & mencetak orang miskin agar tahu diri.

4. Tafakur
Menerima nasehat yg lebih mudah, buka jendela hati. Tumbuhkan rasa malu pada Allah.

5. The Lailatul Qadar
Pentingnya waktu:
1 tahun tanya pd yg tinggal kelas
1 bulan pada yg melahirkan prematur
1 minggu pd editor majalah
1 hari pada yang menunggu gajian
1 jam, orang yang menunggu
 mingguan
1 menit, sama yg ketinggalan pesawat
1 detik, pd yang terhindar dari kecelakaan
Sepermili detik, peraih medali perak olimiade

Jika manusia bersandar pada ilmu maka akan sesat.
Jika manusia bersandar pada harta maka akan melarat.
Jika manusia bersandar pada kemuliaan dari manusia maka akan hina
-
Memaknai yg dilakukan pd shalat dlm kehidupan sehari-hari. Setelah ramadhan hati jd terminal perjumpaan dengan Allah, tenang hanya untuk bersyukur.

Jiwa tenang saat suasana tak seimbang

Mampu tidak putus asa disaat pantas putus asa.
Rasul sebagai satu2nya panutan.

Cukuplah Bersama Allah

18 Agustus 2016

Ust. Bahtiar Nasir

Mendalami
"Hasbiyallah wa ni'mal wakil" (sendiri)
Hasbunallah (bersama)
setinggi-tingginya doa karena:
1. Bentuk tawakkal yang paling tinggi.
Ketergantungan, menempatkan Allah sebagai wakil.
Aspek psikologis bersandar

2. Menunjukkan bahwa kita tidak mencari selain Allah. Progresif dalam berikhtiar tidak pernah putus asa.

Menempatkan penggunaan kalimat ini: defensif & offensif.

Ayat Quran
Ayat akan tumpul bagi jiwa pengecut, akan tajam bersama jiwa pemberani.
QS. Ali Imran (3 : 172-174)
Peristiwa Habrahh Al Ashad?
Perang Uhud: Abu Talhah perisai Nabi hingga tewas.
Trauma yang kuat dan luka yang berbekas tiba2 pasukan quraisy menginformasikan bahwa kini saatnya mengusir Muhammad.

Bilal menginformasikan bahwa akan mengejar musuh di Hamrah Al Asad dan yang ikut perang uhud saja. Dalam ayat menyambut seruan Allah dan Rasulnya. Mereka menyerukan itu. Dua orang kakak beradik fenomenal ketika ada panggilan perang. Gak punya kuda dan lukanya buat gak bisa jalan, ganti-gantian gendong. Dapat pujian Nabi dan termasuk dalam golongan yang bersama Allah. Namun orang2 kafir mengatakan bahwa akan ada pasukan yang lebih besar akan datang. Tapi gak menyerah, buat 500 api unggun & serukan semangat.

Tawakkal, Allah sebaik-baik yang me

Sampaikan pada anak & siapa pun, Aku titipkan kamu pada Allah, agar menjaga agama, melindungi, membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan/urusan yang harus diselesaikan. Kita tidak biasa meninggalkan ikhtiar sendiri.
Dzikir fatimah: Sebelum tidur doa agar pekerjaan esok hari dimudahkan (subhanallah, Alhamdulillah, Laaillaha iallah) & membaca al waqiah sebelum tidur

Orang-orang yang ingin hasanah fi dunia 4: salamatan fiddin, sehat jasad, nambah ilmi, rizki berkah.
Wafat : sebelum, saat dan setelah maut
Akhirat : minan naar, hisab

Implementasi
Akibat
Dzikir yg plg afdol "Laa Ilaaha illallah"
--
Harus diucapkan jangan merasa 'sudah',
Jangan dzalim
Ijtihad: benar 1, salah 1 (rahmat), supaya gak ragu yaitu tawakkal
Pengambilan keputusan muslim: dengan nilai2 keislaman,
 ex. Tanah mahal banget mau nawar tapi dzalim.
Orang-orang dzalim akan berhadapan dengan Allah. Jika terdzalimi tidak perlu membalas.

Kondisi psikologi saat sakaratul maut, taubat sebelum mati, ditemani orang yang shaleh sebagai perantara pembawa rahmat.

Ex. Anak dokter spesialis di RS. Ayahnya sudah pasrah dan tawakkal karena sudah stadium 4. Yang bayar mahal namun tidak dihargai, senang kl bawa rahmat Allah

Tawakkal bukan urusan dogmatis. Terkait dengan sunnatullah lainnya.
Backup malaikat hamalatul arsy, (kajian soal malaikat perlu lebih lanjut).
Orang yang sukses sesungguhnya: ikuti ritme malaikat (tasbih pagi dan petang).
-
Qs Azzumar (38) & Attaubah (129)
Kuat dengan malaikat arsy.
Apa bedanya dengan yang td dibahas. Gambar Rasul adalah orang yang sangat cinta kita. Beban bagi kamu adalah beban yang dia pikul. Amat sangat menginginkan kamu masuk syurga. Hanya kepada orang-orang yang beriman. Lounge VVV...V IP bagi yang membaca

Antrian/macet menjadi waktu yang tepat untuk berdzikir.
Orang tua yang anaknya tidak pulang berzikir: laa haula walaa kuwwata illabillah. Ternyata borgol saat ditawan renggang sendiri & dia dibawa kendaraan yang cepat tanpa mengetahui apa yang membuat demikian.

Doa anak sangat manjur untuk orang tua, urusan-urusan soal anak sangat dimudahkan. Ujian2 sebagai jihad.

Anak SMA ke bawah saat ini karena akhlaq bukan menjadi ukuran, Kehilangan figur ayah. Bully terbesar saat menjelekkan ayah.
-
End

Keluarga Muslim Modern

Carrefour Lebak Bulus, 8 Jan 2016

Target: bertemu Allah dengan pasangan & keluarga & orang-orang yg dikasihi

Saat ini dunia dalam keadaan krisis sejak 1924. Sekularisasi & liberalisasi cepat, hancurnya rumah tangga muslim. Muncul sosok2 di keluarga yg bukan menjadi pembela agama tapi

Tujuan Allah tujuan
Rasul teladan
Quran panduan
Syahid cita2 tertinggi dalam kehidupan

Jihad ta' limi:
pengorbanan terkait mencari nilai2 Islam. Jihad pria dalam perjalanannya membebaskan masjidil aqsha. Saat ini dibuat lengah.

Perjuangan tertinggi kaum muslimin adalah membebaskan masjidil aqsha.
Contoh: kunjungan di Palestina yg menanyakan apakah taklim masih ada di Indonesia. Pesan-pesan saling berjanji:
Palestina terdepan membela masjidil Aqsha dari Menteri di sana.
Indonesia untuk tetap mendukung.

Jihad Harta
Pembelanjaan tetap di jalan Allah. Sehingga muslim tidak menjadi mustahiq / pengemis di jalan & berdaya.
Doa ketika mau minum air zam-zam:
- agar diberikan ilmu yg bermanfaat (kreatif berpikir, keras, tuntas, cerdas,  ikhlas) targetnya agar bisa membayar zakat !

Di  padang mashyar tidak akan bergeser sebelum ditanya salah satunya dari mana hartanya dan untuk apa hartanya.
Ex. Orang2 yg pandai dan kritis IPK di atas 3, ditempatkan diposisi strategis di korporasi bonafide agar tersumbat kepandaiannya.
Yg di bawah 3, diberikan upah agar mereka tetap tidak berdaya. Berdasarkan fakta di Brunei Darussalam, gaji marbot IDR 15juta. Guru 35juta, mereka telah melakukan jihad ilmu. Pelayan toko keturunan India di Singapura, toko emas permata milik orang Indonesia 30% dipotong, jalan-jalan cuti ke luar negeri.

Akhirat dg dunia akibat kayu dg rumput.

Jihad Siyasi
Perpolitikan 1886 M - 1900 M.
Proposal yang mematikan perpolitikan di Indonesia.
3. Bungkam pribumi dari bicara tentang politik.
1. Bangun kesejahteraan dg aekolah dan masjid
2. Bangun masjid dan agar bs ibadah.

Sejarah: perpindahan era kepemimpinan Abdul Ghoffar dunia, yahudi ortodox lahir belanda belajar di Arab. Ilmu Islam diberikan kepadanya.

Meskipun hanya memilih di bilik suara.