Minggu, 10 Januari 2010

Kebijakan Pemerintah Megawati Soekarnoputri untuk Membeli Pesawat Sukhoi Jenis SU-27 dan SU-30 Serta Dua Unit Helicopter MI-35 Kepada Rusia, 2003

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Indonesia memiliki karakter politik luar negeri yang bebas aktif hingga saat ini, sebagaimana tantangan Muso yang mengajak RI untuk bekerjasana dengan Blok Timur, kemudian dijawab oleh Bung Hatta dalam pidatonya di hotel Borobudur 22 Januari 1975[1] bahwa Indonesia merupakan negara bebas yang tidak memihak blok manapun, namun tetap mengambil sikap dan aktif dalam memenuhi kepentingannnya sendiri.

Dalam pelaksananaan polugri tersebut tentunya Indonesia menghadapi berbagai tantangan, karena adanya kepentingan-kepentingan yang dimainkan oleh para actor politik sehingga arah polugri RI berubah-ubah.

Seorang Presiden tentu memilki peran yang penting dalam pembentukan politik luar negeri suatu negara. Indonesia hingga saat ini telah memiliki enam orang Presiden, lima orang laki-laki, dan satu orang perempuan. Perempuan itu kita kenal sebagai Megawati, sebagai putri dari salah seorang bapak Bangsa, yang juga pernah menjadi Presiden pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia, Soekarno.

Pada masa kepemimpinan Megawati diwarnai dengan berbagai peristiwa domestic juga internasional yang berdampak pada proses pengambilan keputusan bagi RI, yang berupa kebijakan luar negeri.

Salah satu kebijakan controversial pada masa Megawati yaitu pembelian pesawat sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 serta dua unit helicopter MI-35[2] kepada Rusia. Timbul lah berbagai reaksi, beberapa kalangan menganggap kebijakan tersebut tidak memikirkan nasib rakyat yang masih miskin, dan terdapat beberapa kejanggalan dan ketidak transparanan dalam proses pembelan, sedangkan pembelian tersebut tetap berjalan.

I.2 Pembatasan Masalah

Tulisan ini akan membahas mengenai kebijakan luar negeri yang dilakukan Megawati Soekarnoputeri dalam melakukan pembelian pesawat sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 serta dua unit helicopter MI-35 kepada Rusia pada tahun 2003 Sedangkan kebijakan dan peristiwa lain juga dijabarkan pada masa itu karena memiliki kaitan dengan masalah yang muncul sebagai latar belakang keadaan dan juga reaksi dari kebijakan tersebut.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan yang ingin dijawab adalah : “Faktor apa sajakah yang mempengaruhi Megawati Soekarnoputri untuk melakukan kebijakan pembelian pesawat sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 serta dua unit helicopter MI-35 kepada Rusia?”, juga “Mengapa kebijakan tersebut menimbulkan kontroversi?”.

1.4 Tujuan dan Manfaat Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menjawab rumusan masalah di atas. Selain itu, makalah ini juga dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Politik Luar Negeri RI.

Manfaat penulisan ini, yaitu diharapkan dapat menambah informasi bagi mahasiswa hubungan internasional khususnya dan masyarakat luas umumnya. juga diharapkan dapat mengerakkan keinginan para akademisi untuk melakukan penulisan dan penlitian terkait dengan tulisan ini.

1.5 Kerangka Dasar Pemikiran

Untuk menganalisa kebijakan luar negeri Indonesia dalam kepemimpinan Megawati secara umum, penulis menggunakan pendekatan kebijakan luar negeri (foreign policy) yang jika ditarik dalam dimensi makro, tentu akan berpengaruh pada politik luar negeri RI saat itu.

Ada tiga paradigma yang digunakan Graham Allison[3] dalam menganalisa politik luar negeri suatu negara, yaitu :

1. Model Aktor Rasional, yang dipengaruhi oleh para decision maker yang cenderung monolitik.

2. Model Proses Organisasional, yakni bahwa organisasi yang berbda pada suatu negara bertindak berdasarkan standar kapabilitas serta kebiasaan yang membatasi Presiden dan penasehatnya untuk menentukan pilihan.

3. Model Proses Birokratis, yaitu dalam pembuatan keputusan beberapa orang berkumpul untuk membuat keputusan-keputusan yang penting, yang menghadirkan intrik-intrik birokratis sehingga memunculkan reaksi apa yang harus dilakukan negara.

Selain itu, K.J.Holsti[4] mengatakan bahwa kebijakan luar negeri merupakan tindakan atau gagasan yang dirancang oleh pembuat kebijakan untuk memecahkan masalah atau mempromosikan suatu perubahan dalam lingkungan melalui kebijakan, sikap atau tindakan negara lain, baik dalam hal militer, ekonomi. dan energi, teknik, lingkungan, cultural juga kemanusiaan.

Kebijakan luar negeri dalam perumusannya dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti yang disebutkan oleh James N. Rossenau[5] yang menyatakan lima variable dapat mempengaruhi pembuatan politik luar negeri suatu negara yaitu :

1. Variabel Ideosinkretik, berkaitan dengan karakter psikologis dan image pembuat keputusan.

2. Variabel Peranan, sebagai peraturan-peraturan perilaku yang diharapkan seseorang sesuai dengan pekerjaannya.

3. Variabel Birokratis, meliputi struktur dan proses pemerintahan yang berjalan serta dampaknya bagi polugri.

4. Variabel Nasional, meliputi atribut nasional yang mempengaruhi hasil politik dalam negeri, seperti yang dirincikan oleh Coulombus dan Wolfe[6] mencakup :

a. Variabel lingkungan, meliputi keadaan geografis, sumber daya alam, dan luas wilayah.

b. Variabel kependudukan, seperti jumlah pendudukdan lainnya dengan riset empiris.

c. Variabel politik, mencakup system politik yang dianut oleh suatu negara.

d. Variabel ekonomi, mengenai seberapa besar misalnya pengaruh perspektif kapitalis atau komunis dalam proses pembuatan kebijakan perekonomian suatu negara.

e. Variabel Sosial, mengidentifikasi system social mayarakat, seperti kelas social, ras, budaya atau agama dan pengaruhnya bagi kebijakan luar negeri suatu negara.

5 Variabel Sistemile, yang memperhatikan adanya variable eksternal yang mempengaruhi keputusan polugri suatu negara.

Secara umum, kebijakan luar negeri Indonesia dalam kepemimpinan Megawati dipengaruhi oleh keadaan internal dan eksternal negara yang harus dihadapi saat itu, yakni popularitas isu terorisme yang semakin meningkat, sehingga berpengaruh bagi citra Indonesia di mata Internasional. Pada masa ini pun, Indonesia ditantang untuk membutktikan eksistensi politik luar negeri bebas-aktifnya baik dalam tingkat regional maupun internasional.

BAB II

ISI

II.1 Biografi Singkat Megawati Soekarnoputri

Perempuan bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri ini lahir sebagai puteri kelima di Yogyakarta tanggal 23 Januari 1947. Ia menghabiskan masa pendidikan dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, sedangkan masa Perguruan Tinggi hanya dirasakannya dua tahun (1965-1967) di Fakultas Pertanian UNPAD Bandung, karena Soekarno ayahnya sakit[7].

Namun demikian ia kemudian merintis karier dalam bidang politik di Indonesia dan bergbung dalam Partai Demokrasi Indonesia dan berjodoh dengan Taufik Kiemas-aktifis partai yang sama, lalu ia menjadi Ketua Umum dalam Partai tersebut sejak tahun 1993 hingga partai tersebut berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang berhasil melambungkan namanya hingga ia terpilih sebagai Presiden perempuan pertama, masa jabatan 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004 menggantikan KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) dengan membentuk kabinet Gotong Royong.

II.2 Karakter Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri

Menurut William Marson, ada empat tipe pemimpin[8] yang dapat dikelompokkan, yaitu tipe D (Dominance), I (Influencing ), S (Steadiness), dan C (Compliance). Dari tipe tersebut, Megawati termasuk tipe C, karena ia cenderung emosional, kurang konsisten, cukup demokratis (leissez-faire), pendendam, hanya dapat berkomunikasi dengan orang yang ia kenal dan tak mau repot.

Hal ini terbukti karena dalam beberapa proses pengambilan keputusan, ia menyerahkan kepada tiap bawahannya untuk memutuskan sendiri sesuai tugas masing-masing[9], gaya komunikasinya termasuk high context culture sehingga sulit dipahami, ia lebih sering membahas masalah “perempuan” dibanding masalah negara. Ia juga kurang menerima kritik mahasiswa dan media. Juga ia mengingat musuh sebagai musuh (tidak datang saat SBY dilantik).

II.3 Tantangan Domestik dan Internasional yang Harus Dihadapi Megawati Soekarnoputri

Keadaan domestic saat itu, Pemerintahan Gusdur lewat poros tengah, tidak banyak memperbaiki keadaan Indonesia. Megawati sendiri sebagai Wapres saat itu, belum merasa siap untuk menggantikan Gusdur[10]. Namun, berdasarkan UU ia harus maju menggantikan Gusdur. Sedangkan perekonomian Indonesia saat itu masih terlilit hutang warisan Orde Lama pada IMF. Lalu terjadinya tuntutan daerah Aceh dan Papua untuk memisahkan diri dari NKRI, selain itu intrik politik mulai terjadi, untuk menghadapi pemilu 2004, lepasnya pulau Sipadan-Ligitan, ditambah terjadinya aksi terorisme di Kedutaan Besar Australia, Bom Bali I dan II, Atrium, dan hotel JW.Marriot[11].

Sedangkan dunia internasional saat itu ramai menyoroti masalah terorisme terutama Amerika Serikat pasca serangan 911, masalah profilerasi nuklir Irak dan Korut, juga menguatnya dukungan bagi Palestina untuk berdaulat.

Hal ini sangat dilematis sekali karena berbagai usaha diplomasi harus dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan terbatasnya tenaga diplomatic yang capable saat itu baik dalam cabinet maupun Departemen Luar Negeri. Sehingga Megawati turun ke berbagai negara untuk melakukan diplomasi secara ekstensif walaupun menuai kritik mengenai substansi dan frekuensi kunjungan[12].

Pada satu sisi Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia harus menciptakan citra baik, khususnya terhadap Barat yang sedikit sekali berinvestasi di Indonesia dan bahkan Amerika Serikat belum mencabut status embargo militer. Sedangkan di sisi lain, Indonesia harus mempertahankan kelangsungan perekonomiannya, ditenggah menguatnya supply produk dalam negeri dan menurunnya demand di luar negeri, salah satunya dengan melakukan transaksi perdagangan imbal beli dengan Rusia (Timur).

II.4 Kontroversi Kebijakan Imbal Beli dengan Rusia tahun 2003

Imbal beli merupakan suatu mekanisme perdagangan-dalam hal ini internasional, dimana alat pembayarannya terdiri dari senilai uang dan komoditas, berdasarkan harga yang ditetapkan bersama secara kredit.

Dalam hal ini, pembelian dua unit pesawat sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dan dua unit helicopter MI-35, bernilai sekitar 1 triliun rupiah, dibayar dengan uang muka 12.5%[13] dan sisanya diangsur selama 24 bulan berupa imbal dagang produk pertanian Indonesia seperti kedelai dan kelapa sawit.

II.4.1 Kontra Kebijakan

Hasil dari kunjungan Megawati ke Rusia, yakni dengan adanya Perjanjian pembelian dua unit pesawat sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dan dua unit helicopter MI-35 yang ditandatangani oleh, Rini Suwandi sebagai project officer yang ditunjuk oleh Sudar S.A sebagai Dirjen Perdagangan Luar Negeri sekaligus juru runding RI dalam pembelian tersebut dan Dirut Bulog, Widjanarko Puspayu, disaksikan langsung oleh Megawati pada 22 April 2003 di Moskow[14].

Sedangkan hingga bulan Juli Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan Juru bicara Dephan, Marsekal Pertama Azis Manaf menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui proses imbal beli tersebut. Hal ini menunjukkan telah terjadinya pelanggaran UU No.3 tahun 2002 tentang pertahanan negara, pasal 16 ayat 6 yang menyatakan bahwa :

Menhan menetapkan kebijakan penganggaran, pengadaan, perekrutan, pengelolaan sumber daya nasional serta pembinaan tekhnologi dan industri pertahanan bagi Tentara Nasional Indonesia[15].

Hal ini dikuatkan dengan pernyataan Komisi I DPR, bahwa Dephan tidak menganggarkan untuk Sukhoi, sehingga hak bujet DPR telah dilangkahi.

Pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut, tidaklah relevan dengan fungsi seharusnya karena tidak adanya koordinasi secara terstruktur. Maslahnya lagi adalah Megawati dan Rini Suwandi memiliki kedekatan khusus, padahal ia tak adapat menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan harga per-unit dari peralatan militer tersebut, sehingga dugaan terjadinya mark up dana semakin besar.

Ditambah lagi, banyak pengamat ekonomi yang mengkritik bahwa Perum Bulog melakukan pinjaman kepada Bank Bukopin senilai 26 juta U$ (220 miliar), hal ini menurut Fadhil Hasan sebagai Direktur Indef, telah menyalahi legal lending limit (batas maksimum pemberian kredit), karena modal yang disetor Bank Bukopin saja hanya 290 milyar, sedangkan batas maksimun kredit yaitu dibawah 70% dari modal, hal ini telah menyalahi UU Perbankan dan ketentuan BMPK[16].

Dalam APBN 2003[17] tidak ada alokasi dana untuk pembelian senjata dari Rusia terhadap Depkeu, sehingga Budiono sebagai Menkeu saat itu mengusulkan untuk menggunakan dana APBN yang seharusnya untuk bencana dan cadangan umum.

Dilengkapi pula dengan aksi unjuk rasa ratusan petani yang teregabung dalam Solidaritas Petani Jawa Barat. Mereka mengecam kebijakan Pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan rakyat dengan memprioritaskan anggaran untuk membeli gabah petani yang harganya menurun drastic, sedangkan impor beras dari luar negeri masih dilakukan dengan alasan kemarau panjang. Mereka menuntut dikembalikannya fungi Bulog[18] sebagai lembaga ketahanan pangan untuk menstabilkan harg dan pengadaan pangan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa kesalahan pemerintah terletak pada pertama, perundingan RI-Rusia yang tertutup, rahasia dan kilat. Kedua, Pemerintah telah melanggar beberapa perundang-undangan yang ada. Ketiga, pihak yang terlibat kurang kompeten dalam bidangnya, sebagai bukti bahwa Kepala staf AU Marsekal Chepy Hakim mengatakan[19] bahwa tidak ada rencana TNI-AU membeli sukhoi karena pesawat tersebut dinilai berkulitas buruk.

II.4.2 Pro Kebijakan

Pemerintah berargumen bahwa imbal beli tersebut dikarenakan adanya metode baru dalam pembelian yang dapat membantu mempromosikan ekspor non-migas RI[20], untuk menambah devisa negara.

Selain itu, TNI AU dianggap tidak memiliki alat militer canggih selama Indonesia masih diembargo militer oleh AS yang menyebabkan peralatan militer Indonesia tidak dapat difungsikan secara optimal, sehingga diperlukan peralatan tempur untuk mengantisipasi pelanggaran batas wilayah darat, laut, dan udara RI yang menimbulkan nilai kerugian yang tidak sedikit.

Secara ekonomi Megawati menjelaskan[21] bahwa hal tersebut kurang berpengaruh karena dibuktikan dengan penurunan jumlah penduduk miskin, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan perkapita (tahun 2001 0,7 juta lebih besar dari tahun 2000). Hal ini menunjukkan prestasi[22] kebijakan Megawati untuk menjaga citra kemandirian RI tanpa harus memberatkan APBN dan unjuk gigi pada AS.

Sedangkan Panglima TNI Sutarto[23] kemudian berbicara lagi bahwa proses imbal beli ini tidak melanggar prosedur anggaran pertahanan negara sebab pembelian tersebut telah disetujui Dephan agar melalui Perum Bulog.

Sebetulnya kebijakan pembelian sukhoi telah ditetapkan sejak tahun 1997, dengan anggaran yang bersumber dari Dephan, namun terhambat oleh krisis ekonomi saat itu. Maka, ketika Rusia menawarkan imbal dagang, pemerintah mempertimbangkan keadaan supply yang menekan harga komoditi Indonesia sehingga diambil langkah comercial market[24] sehingga anggaran yang digunakan tahnun 2003 berasal dari Bulog. Hubungan RI-Rusia semakin meningkat[25] dengan adanya kerjasama seperti ini sebagai suatu bentuk realisasi.

Kesepahaman antara DPR dan ksekutif pun telah terjadi sehingga permasalahan ini dianggap sudah jelas.

II.5 Analisa Kebijakan

Dalam membuat suatu kebijakan luar negeri, tentu mempertimbangkan factor domestic. Saat itu, terjadi penurunan nilai IHSG karena pengaruh isu terorisme, dan juga keguncangan rupiah terhadap dolar, juga hutang negara yang masih menumpuk.

Hal ini mendsak pemerintah untuk berupaya memperbaiki citra maupun keadaan dalam negeri, terlebih kepercayaan rakyat saat itu sedang terombang ambing menjelang Pemilu 2004.

Seorang Megawati dalam pengambilan kebijakan ini, terlihat menikmati perannya sbagai Presiden dengan mengutus Rini S. yang dekat dengannya secara pribadi, dengan membuat suatu keadaan yang harus diterima (fait akompli) dan merasa sebagai eksekutif dengan wewenang veto[26].

Namun, karena hubungannya yang tidak harmonis dengan media, maka kemudian banyak berita yang semakin mengkritik pemerintahannya. Seperti yang dikatakan oleh Napoleon Bonaparte[27] bahwa pena lebih berbahaya daripada seribu bayonet. Sehingga persoalan semacam ini dapat membuat kepercayaan rakyat luntur[28] dan tak lagi memilihnya sebagai Presiden pada periode berikutnya. Proses komunikasi Megawati sangat menghambat penyelesaian permasalahan.

Prioritas pembangunan saat itu lebih memilih pada militer yang merugikan petani, daripada proyek infrastruktur yang lebih mengutamakan rakyat banyak.

Selain itu, Soesastro Hadi[29] mengatakan bahwa belum adanya perumusan strategi yang jelas mengenai factor ekonomi, dalam arti, peran, dan kepentingannya dalam politik luar negeri Indonesia. Hal ini sejalan dengan adanya tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR yang kurangnya koordinasi dan komunikasi, sehingga menyebabkan kebingungan bagi rakyatnya.

Bahkan, abgi pemerintah dan DPR sendiri, hal ini dibuktikan dengan pernyataan DPR yang tidak berubah, sebelumnya tidak sepkat menjadi sepakat setelah melakukan siding yang waktunya berjauhan setelah Perjanjian imbal beli dilaksanakan.

BAB III

PENUTUP

III.1 Kesimpulan

Kebijakan pembelian pesawat sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 serta dua unit helicopter MI-35 kepada Rusia dipengaruhi oleh factor-faktor sebagai berikut : Pertama kepemimpinan Megawati sebagai actor utama berserta segala karakter dan pola komunikasinya yang tidak efektif. Kedua, adanya pengaruh keadaan dalam negeri yang sangat kompleks, yakni terjadinya aksi terrorisme, keadaan politik yang akan menuju Pemilu dan bahkan hal yang sangat penting yaitu masalah perekonomian negara yang harus diselamatkan, sehingga konsentrasi para actor politik pun terpecah.Ketiga, pengaruh persoalan internasional yang sedang menyorot Indonesia, terlebih Pasca secarangan 911 di AS yang sebelumnya tlah sensitive dengan memperlakukan embargo militer pada Indonesia. Keempat yaitu, mempertahankan citra negara dengan politik bebas aktif, tidak memihak barat atau timur, agar posisi Indonesia dalam percaturan Internmasional semakin dianggap.

Kebijakan pembelian pesawat sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 serta dua unit helicopter MI-35 kepada Rusia menimbulkan kontroversi karena menunjukkan terjadinya saat –saat dimana pemimpin harus memutuskan sesuatu yang tegas demi kepentingan negara secara terkoordinasi. Namun tidak adanya keterbukaan dan koordinasi yang terstruktur sehingga Pemerintah terkesan tak tegas. Selain itu juga kurangnya proses komunikasi yang efektif, bukan hanya bagi kalangan eksekutif dan legislative aja, tapi juga bagi rakyat dan juga media masa.

DAFTAR PUSTAKA

Buku dan Tulisan :

· Ayu, Rindu. Syarifah Ida Farida. Laporan Hasil Penelitian Universitas Al Azhar Indonesia-Perkembangan Politik Luar Negeri Indonesia Era Reformasi. Jakarta, 2009.

· Djelantik, Sukawarsini. Diplomasi antara Teori dan Praktik. Yogyakarta , Graha Ilmu : 2008.

  • Jenny, N.Harjanto. Mempererat Hubungan RI-Rusia, 2007.

· Lesmana, Tjipta. Dari Soekarno sampai SBY-Intrik & Lobi Penguasa. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 2009.

· J, Philips Vermonte. Demokratisasi dan Politik Luar Negeri Indonesia : Membangun Citra Diri. Jakarta : CSIS, 2005.

· Mochtar, Kustiniati. Mohamad Roem - Diplomasi Ujung Tombak Perjuangan RI. Jakarta : PT Gramedia, 1989.

· Soerapto, R. Hubungan Internasional : Sistem, Interaksi dan Perilaku, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1997.

· Soesatro, Hadi. Faktor Ekonomi dalam Politik Luar Negeri Indonesia. Jakarta : CSIS, 2005.

· ________, Politik Zig zag Megawati, 2007.

Internet :



[1] Mochtar, Kustiniati. Mohamad Roem - Diplomasi Ujung Tombak Perjuangan RI. Jakarta : PT Gramedia, 1989, hlm 84.

[2] http://www.suaramerdeka.com/harian/0306/23/nas9.htm , diakses pada 26 November 2009 pukul: 20.20.

[3] Soerapto, R. Hubungan Internasional : Sistem, Interaksi dan Perilaku, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1997, hlm 200-201.

[4] Ayu, Rindu. Syarifah Ida Farida. Laporan Hasil Penelitian Universitas Al Azhar Indonesia-Perkembangan Politik Luar Negeri Indonesia Era Reformasi. Jakarta, 2009.

[5] Ibid.Soerapto, R., hlm189-197.

[6] Ibid.Soerapto, R., hlm195-197.

[7] Ibid. Ayu, Rindu. Syarifah Ida Farida. hlm 29.

[8] Lesmana, Tjipta. Dari Soekarno sampai SBY-Intrik & Lobi Penguasa. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 2009.

[9] Ibid. Lesmana, Tjipta.

[10] Ibid. Lesmana, Tjipta.

[11] ________, Politik Zig zag Megawati, 2007.

[12] J, Philips Vermonte. Demokratisasi dan Politik Luar Negeri Indonesia : Membangun Citra Diri. Jakarta : CSIS, 2005. hlm 35.

Negara atau lokasi yang dikunjungi Megawati diantaranya : Rusia, Jepang, Malaysia, New York (menyampaikan Pidato dalam Majelis Umum PBB), Rumania, Polandia, Hongaria, Bangladesh, Mongolia, Vietnam, Tunisia, Libya, dan China.

[13] Ibid. Lesmana, Tjipta.

[14] Ibid. Lesmana, Tjipta.

[15] Ibid. Lesmana, Tjipta.

[17] [17] Ibid. Lesmana, Tjipta.

[18] http://www.gatra.com/2003-07-08/artikel.php?id=29848, diakses pada 25 November pukul:21.05.

[19] Ibid. Lesmana, Tjipta.

[20] http://www.politikindonesia.com/readhead.php?id=352&jenis=plt,diakes pada : 25 Maret 2009, pukul ; 21.30.

[22] http://forum.detik.com/showthread.php?t=57109 , diakses pada 25 November 2009, pukul ; 21.00.

[23] http://202.146.5.33/utama/news/0307/04/133044.htm ,diakses pada 25 November 2009, pukul 20.50.

[25] Jenny, N.Harjanto. Mempererat Hubungan RI-Rusia, 2007.

[26] Ibid. Lesmana, Tjipta.

[27] Djelantik, Sukawarsini. Diplomasi antara Teori dan Praktik. Yogyakarta , Graha Ilmu : 2008.

[28] http://www.pelita.or.id/baca.php?id=12013, diakses pada 25 November 2009 pukul 21.10.

[29] Soesatro, Hadi. Faktor Ekonomi dalam Politik Luar Negeri Indonesia. Jakarta : CSIS, 2005.

Rabu, 15 Juli 2009

Bahkan, Islam pun Ujian Bagiku


Bahkan, Islam pun Ujian Bagiku

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama Islam ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu, barang siapa yang ingkar terhadap taghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tak pernah putus. Dan Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui“

(Qs. Al Baqarah ayat 256)

Jika aku harus menggambarkan Islam dengan kata-kata, maka tentu sebagai makhluk, waktuku hanya akan tersita untuk menggambarkan islam. Namun, jika harus aku tuangkan dalam kata-kata pada dua lembar kertas, maka bagiku, Islam sebagai berikut.

Islam adalah sebuah kata yang harus dimaknai dengan keyakinan, perkataan dan perbuatan sepanjang kesempatan, mulai dari buaian hingga kematian menjemput untuk kehidupan sesungguhnya setelah kehidupan di bumi ini.

Islam merupakan sebuah system yang sangat kompleks dan lengkap. Bersumber dari Dzat Yang Maha Benar. Mengatur hal-hal yang tak terlihat dan yang tak terlihat. Mengatur hal-hal yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi. Tak memilih bentuk, rupa dan ukuran dengan iman dan taqwa sebagai alat ukur utama.

Islam, disampaikan melalui utusan-utusan terpercaya dan terpilih. Dengan kitab-kitab pedoman kehidupan yang kesempurnaannya berada pada kitab Al Qur’an dan dijamin kesuciannya oleh Sang Maha Tunggal.

Islam sesungguhnya memberikan kedamaian dan kebahagiaan, yang sering sekali dinodai oleh keberhasilan syetan dalam menepati janjinya hingga akhir zaman juga dikotori oleh hati-hati yang terkunci rapat dari cahaya kebenaran.

Islam pula sumber kasih sayang dan kesetiaan, dimana hubungan dengan Sang Pemula, dengan sesama, dan dengan lingkungan diatur sedemikian indah dengan niat yang hanya boleh karena Sang Maha Mengetahui semata tanpa mempersekutukannya. Namun lagi-lagi, hati yang kosong akan diisi oleh syetan dan anak buahnya yang menebarkan rasa sempit, iri hati dan tak bersyukur untuk berpesta perpecahan dan penyamaan kedudukan Rabb dengan hal-hal lain.

Selain itu, makna penting Islam bagiku, yaitu Islam merupakan ujian. Ujian bagi yang menjalankan dan juga tidak menjalankannya. Karena Islam tak memaksa untuk dipilih sebagai jawaban yang benar, islam memberikan kebebasan bagi semua makhluk untuk memilih jawaban yang benar, dengan tetap mengajarkan kepada makhluk yang dianugerahi kesempurnaan bentuk untuk mempergunakan akal. Bukan hanya pemikiran saja, namun juga untuk membuka mata, hati, pendengaran dan penglihatan seluas-luasnya dalam mencari kebenaran sejati, selama waktu yang ditentukan, dengan hari pengumuman hasil yang dijanjikan.

Sedangkan Islam tetap menunjukan kisi-kisi kebenarannya melalui kebesaran Allah yang tersebar di muka bumi ini. Yang hanya dapat ditangkap oleh makhluk-makhluk yang rajin untuk menyapa Allah ditempat yang disukaiNya, dengan memenuhi persyaratan yang dikehendakiNya untuk berkomunikasi, yakni melalui shalat. Juga dengan perenungan dan pemikirkan atas kekuasaan Allah yang membuatnya semakin bertambah haus akan perhatian dan kasih sayang Allah sehingga ia selalu berdzikir, mengingat Allah dalam segala tindakannya.

Dengan mengkaji dan mengamalkan AlQur’an, maka dikuasailah kunci jawaban yang benar, untuk memperoleh hadiah dari Sang Maha Berkehendak di akhir zaman nanti, yang dihadapkan pada dua hasil, yaitu jika benar di syurga, jika salah di neraka, adapun hasil lain, cukuplah Allah Yang Maha Berkuasa yang mengurusnya.

Bahkan, dengan tulisan ini, islam juga merupakan ujian bagiku. Karena tulisan ini dibuat bukan hanya dengan harapan memperoleh nilai tinggi agar dapat lulus dari matakuliah pendidikan agama, namun tulisan ini membuktikan bahwa aku sedang membela Islam dan telah memilih islam sebagai agamaku, suatu kebenaran untuk dapat lulus dari ujian yang Penciptaku berikan.

Maka dengan tulisan ini, aku harus membuktikan bahwa islam adalah pembuktianku untuk menjalankan system yang Allah SWT tetapkan melaui AlQuran dengan menebarkan kedamaian, kebahagiaan dan kasih sayang kepada sesama manusia, lingkungan danm makluk lainnya untuk memperoleh nilai yang memuaskan bagiku dan hanya untuk Allah SWT sebagai Pencipta aturan dengan kata Islam.

Sehingga tulisan ini harus aku petanggungjawabkan di dunia dan akhirat, samapi waktuku di dunia ini habis, untuk membuktikan apa yang aku katakan agar Sang Maha Pemberi Keselamatan tidak murka kepadaku.. Karena mungkin di dunia aku bisa tersenyum dengan nilai memuaskan, dan semoga saja di akhirat nanti, Sang Pengampun menempatkan aku disisinya.Amin…

Minggu, 28 Juni 2009

Nebeng Bareng Azzam


Panduan membaca cerita ini : harap bayangkan seorang Azam dg rambut kribonya, hehe. Selamat membaca. . .

***

Sejak kuliah di Universitas Paramadina, gw bertemu dengan orang-orang yang baik hati karena sering gw tebengin. Kayak Diego, Kak Devi, Kak Arka, Kak Reza, Widya, Mba Ina, Dede, dan juga Azam(kl ada yg blm dsebut silahkan dtambahkan).

Yang paling sering gw tebengin pulang adalah Azam. Entahlah karena Azamnya baik atau emang takdir. Tapi yang jelas tulisan ini gw buat bukan untuk menimbulkan gossip baru atau alat propaganda, atau alat narsis, whatever yang jelas gw Cuma mau cerita aja, karena ini bagi gw kocak banget dan gak enak kalo gw ketawa Cuma sendrian, hehe . .

***

Gw baru nyadar kalo orang yang nyanyi padahal gak hafal lirik lagunya RAN, terus dengan PDnya lompat2an d panggung waktu malam inagurasi itu adalah Azzam Izzatal Islam (yang pernah gak diizinin masuk ke Singapore karena namanya), ternyata dy satu jurusan sama gw, HI terus rumahnya juga satu arah sama gw.

Jujur gw lupa asal muasalnya gw nebeng pulang sama dy, yang jelas gw akan menceritakan kedodolan yang terjadi selama gw nebeng bareng Azam.

***

One day, waktu mau ada acara buka puasa bersama satu jurusan, Azam dengan sangat bingung teerpilih jadi ketuanya, nah..waktu itu dy dah d tungguin sama gw, Tata (ce), Mimi dll di lamer (lantai merah-salah satu tempat nongkrong d Paramadina ) buat nerima uang pembayaran patungan buka puasa bersama yang gw pegang, pokonya Azam bilang sama gw kalo dy datengnya telat karena dy masi d Monas, sedangkan dy bilang ke Tata kalo dy baru bangun tidur d rumahnya. . Maka bohong deh tu Azam. Akhirnya datanglah Azam ke kapus sore2 n dy merah gitu mukanya waktu langsung gw tanya perihal Kebohongannya itu, hingga karena dy merasa bersalah, maka dy memutuskan untuk nebengin gw pulang sekalian nyari tempat sewa alat2 catering yang kebetulan d daerah Ciputat.

Azam membawa vespa biru muda, match banget sama helmnya dan baju gw, hehe. Nah, terus kita jalan deh tu ke luar kampus, baru aja sampai d gerbang kampus, motornya gak bisa jalan-kempes, trerus kita d anjurkan oleh Pak satpam buat ke deket trans tv - bnerin motor. Dy dorong motornya, gw jalan. Waktu itu kan puasa, panas2 gitu gw nunggu di halte, sementara Azam lagi SKSD sama tukang2 bengkel n sm penjual rokok.Tadinya kita duduk jauhan, dy d deket tukang tambal ban - bocor ternyata bannya, sedangkan gw di halte, tiba2 datang wartawan trans tv meminta gw untuk berpendapat soal kanker, Azam tiba2 datang mendekat, karena gw baik hati, gw nanya sama Mba2 trans tv, wawancaranya berdua tau sendiri? Tp mereka bilang gw aja sendiri, so Azam jadi background doang! Hehe..setelah bergaya d tv, tiba2 Azam NGAKaK ngetawain gw!!! Ternyata helmnya masi gw pakai selama di wawancarai oleh wartawan trans tv ! OMG…

***

Lalu, Besoknya kita mau melanjutkan pencarian terhadap tempat catering n juga tukang satai - karena kemarin Azam kecapekan - dorong motor kali ya, nah..kita motong2 jalan gitu dehh, masi dengan vespanya dannnn, kami dihadapkan dengan tanjakan !!! gw ngeri banget kalo ntar tiba2 motornya gak kuat terus mundur,, maka slama tanjakan ityu gw berdoa agar motornya Azam kuat menapaki tanjakan itu, dan dengan terlunta-lunta, hehe, berhasil juga, hufffhh, udah gitu Azam bawa motornya maksa banget- maksa nyempil2 di pinggiran jalan, asli deh- berasa langsing aja gituhh.

***

Terus waktu mau ke kantor Charta Politika - dalam rangka jadi panitia acara The Next Leader. Jadi, mobilnya Diego telah terisi oleh Acha, Din2, Ino, Hasna, Diego, Benni, Aan dan Agung. Sebelumnya gw, Azam mau boncengan naik “si biru-motornya Azam”, n minjem helmnya Benni, terus Dede juga bawa motor sendiri. Namun ternyata, ketika akan dinyalakan, busi dari motornya Azam rusak, sehingga Azam mencoba untuk memperbaiki semampunya sambil menunggu Diego yang sedang mengambil mobilnya yang dititipkan di kontrakan temannya.

Azam bermandikan keringat, hehe,ngelap2 busi , niup2 busi, sedang gw Cuma menatap dengan penuh iba, tapi lama-lama Azam minta tissue buat bersiin businya, terus gw kasi, terus tangannya item, terus dy ngelap mulanya, item deh mukanya, hehehe, terus gw ketawain.

Temen2 lain yang mau numpang di mobilnya Diego menghampiti kita dan ikut memberikan semangat pada Azam untuk memperbaiki motornya, lalu Azam meminta gw untuk mengelap keringatnmya – ya..karena gw nyadar nebeng gitu yaa, so maka gw Bantu- diiringi cak2an dari teman2 yang meledek gw n Azam, tapi, biasa aja kaleee…

Pada akhirnya, Azam menyerah n nelpon supirnya untuk membawa mobil ke kampus n membetulkan motornya, sedangkan gw akhirnya naik mobil Diego dan Azam, maksa diri untuk membawa motornya Benni, dengan kakinya yang tak sampai / berjinjit, hehe. Dan, Dede mendapatkan pasangan baru untuk dibonceng, yitu Marella, ciee…karena Marela baru saja datang untuk juga menjadi panitia.

***

Kisah lainnya yaitu, saat kita selesai shooting d acranya tv one n anak HI 2008 d wajibkan untuk ikut agar bisa menambah point pada transkrip nilai. Maka berangkatlah kita semua ke sana, untunglah d sana gw bertemu dengan Om Faris RM, sehingga tidak terlalu bete, karena ternyata kita digilir shift hanya untuk du2k n nonton, sekalian buka puasa bersama di sana, padahal besoknya adalah kelas Mom Suzy, di mana kebanyakan anak2 gak mau telat datang ke kelas - sehingga besok gak mau bolos, tapi tu shooting baru selesai jam satu malam. Tadinya gw m mau nebeng Diego pulangnya, tapi ternyata Diego memutuskan untuk menginap di kontrakan temennya, maka gw jadi bareng sama Azam deh.

Setelah sampai di kampus (dr tvone k kampus gw naik mobil kak Diani). Dari kampus, banyak sekali peminat mobil Azam, karena memang sudah malam, ya kann,,so waktu itu Azam mempersilahkan gw yang turun paling belakangan untuk duduk di depan bareng Amanda, d belakang diisi oleh Ben Bella, Diaz, Elwin, Hasna dan Andi, kebayang gak?

Pertama Hasna dulu dianter pulang - hp Azam kebawa sama dy setelah Hasna nelpon 14045(McD), lalu kita k Kuningan untuk anterin Diaz, Amanda memutuskan untuk nginep di tempat Teh Diaz, lalu kita ke Setia Budi - ngaterin Mas Elwin, asiknya Jakarta kalo gak macet! Lalu, kita anterin Ben Bella ke rumahnya - pokonya daerah Jakarta Timur (kalo g salah lupa gw Ben) terus masuk2 tol gitu, sampai kita ragu- takut masuk tol Jagorawi, hehe, terus deh nganterin Ben Bella pulang jauh banget, apalagi kalo macet,,,huhu setelah itu, dg berbekal petuah2 dari Ben Bella untuk melalui jalan pulang agar kita gak nyasar, Azam membela diri dengan mengatakan bahwa dia pernah mngantar seorang cewe ke daerah tersebut, dan untung saja ternyata Azam masih mengingatnya sehingga gw-Andi dan Dy gak nyasar!

Sampailah kita keluar dari pitu tol yang pokonya udah deket belokan universitas Tarumanegara - nah gw yang niatnya mau tidur - tapi gak bisa, terus saja mengoceh d mobil biar Azam selamat membawa nyawa kami bertiga, Andi kita bangunin karena dy mau turun di daerah itu, tapi ternyata Andi - ngantuk berat n gak bisa nahan, dy bilang kalo jalannya masi lurus, ehh setelah lurus Andi malah bilang kalo jalannya kelewatan dannnnn, kita mesti muter lagi dehhh. . .TERNYATAAAA. . .TARAAAAA…para polisi tengah melakukan razia pada malam hari, sehingga mau tidak mau kita diberhentikan,. Lalu tu polisi bilang ke kita ”Selamat pagi Dek,,,”(jam dua malam)

Azam : “Selamat pagi Pak”

Polisi : “Surat2nya lengkap Dek?”

Azam : ”Nih Pak..” Azam nyerahin STNK dan lain2nya…

Polisi : ”SIMnya ada Dek?”

Azam : ”Hhehe…Nggak ada…”> nada polos

Polisi: ”Kalau mau berkendara, harus punya SIM dong Deee,,,”> nada santai

Azam : ”Hhehehe…”(gw dan Andi hanya menarik nafas dalam2)

Polisi : ”Ayo ikut saya Deee…”

Dengan PDnya Azam keluar, Andi ikut mneyusul- merasa bersalah. Tapi gak lama Andi balik lagi n bilang k gw kalo dy merasa gak enak banget sama Azam. Gw Cuma bilang kalo kita siap2 patungan aja. Tapi kemudian dengan sntainya dan seolah senang seneng banget habis di tilang polisi, Andi N Gw ;”Gimana Zam??”

Azam : ”Gak apa2, Cuma nanti di sidang…”

Lalu kami pun muter ke Arah Ragunan-Pondok Labu-Andi turus, n gw turun d deket lbak bulus, karena gw d jmput dekat situ.

***

Cerita lainnya yaitu, waktu pulang bareng Azam, naik baleno ada seorang cewe juga udah duduk d depan, nah waktu itu masi gak terlalu sore n kita k kampus jg gak penting2 banget, bareng dh tuh gw jadi setan_hehe Azam kan bedua cewe d depan. Nah si cewe bilang kalo dy mau beli cokelat dulu d toko cokelat, dengan lembut Azam mengiyakan, terus setelah kita beli cokelat, si cewe menyuapi Azam keripik yang dilapisi cokelat, , nah gw juga lagi having fun dg makan cokelat - tapi gak pakai disuapin lohh, Nah, kocaknya tu Azam bilang ke cewe itu kalo “Udah deh aku gak mau cokelatnya lagi, aku udah kenyang”, tapi setiap tu cewe nyuapin, Azam tetep makan lagi - hehe.

***

Ada juga yang berhubungan dengan makan, jadi waktu matakuliahnya Bu Devi / sosiologi, pernah kita nonton bareng ttg Diet Ala McD. Suatu hari nebeng naik Innova, Azam laper, terus gw n dy lagi berniat buat ke tmpat trencana bisnis kita - nebeng yang bermanfaat, nah mampirlah kita d McD, waktu Azam makan cepet2 sambil bawa mobil, gw bilang aja, eh Zam….”Super size, super size…”, Azamnya Cuma nyengir sambil protes karena gw makan ice creamnya lama - bikin dy ngiler, pdahal dy jg dah selesai makan ice creamnya, heehe…

***

Selanjutnya, baru-baru ini, semester dua tiba2 aja gw yang lagi ngobrol n dh mau pulang maghrib itu, dipanggil Hadi, karena Azam manggil gw buat nebeng, padahal gw kirain dy tadi lagi mau anterin cewenya pulang bareng - karena dy jalan beriringan dengan seorang cewe n sempat dijadikan bahan taruhan oleh gw, Yusva, Acha n Hasna, hehe..> iseng aja, jarang2 gosipin lo Zam.

Azam bawa baleno item, terus jalanan kan macet, setelah ngomongin kuliah, dy nelpon seorang cewe, mulai jalan dari RS Pertamina, sampai taman puring dy cuap2 deh sama tu cewe, biasanya gw suka ledekin dy yg tiba2 lembut, halus n perhatian gitu kalo nelpon cewe, hehe - gebetannya terutama, tapi sebelumnya dy dah bilang agar gw diam, n maka gw hanya cekikikan pelan aja,, terus gak tahunya, smapai di deket Taman Puring, Azam bilang kalo dy kebelet BAB!!

Gw bingung jadinya Cuma bisa menyarankan agar kalo dy gak tahan, segera mencari toilet terdekat, tapi kalo bisa ditahan ya tahan deh,, tapi Azam mengeluhkan kalo toilet terdekat hanya d SPBU daerah Pakubuwono tapi toiletnya jelek - katanya yang menndakan dy sering k tu toilet. Gw hanya meyakinkan kalo dy memang benar2 kebelet, ya turun lah, jangan samapi kayak suatu hari gw nebeng sam dy, dy Cuma pakai boxer doang gara2 dy kebelet BAB n gak bisa nahannya d kampus, n untung waktu itu udah malem, jadi gak malu2in banget, hehe.

Lalu, akhirnya kita parkir d SPBU situ, Azam k toilet, gw sms Acha, sambil cerita dikit kedodolan Azam tadi, beberapa menit kemudian, datang sesosok mengejutkan dari jendela sebelah gw duduk!!! TERNYATA itu Azam KURANG ajar banget dehh gw kaget dan teriak kenceng banget WHWAAAAA… Azam cuma ketawa aja, gw kesel n lain kali gw bersumpah untuk mengatakan hal tersebut sama gebetannya.

Tapi kemudian d tengah tawanya itu, dy bilang kalo tadi dy salah masuk toilet-saking kebeletnya, AZAM MASUK TOILET CEWE!!!! Hwhwhahahahahah. Senangnya gw ngetawain balik. Waktu gw Tanya apakah dy sudah merasa plong mengeluarkan setoran ke toilet, dy bilang”sebenernya masi nanggung”..hehehe

Demikianlah sedikit kisah awal perkuliahan gw bareng Azam, walaupun Azam pernah mnegeluarkan kata2 tidak pantas k gw “Kalo bareng lo gw sial mulu deh..”, tapi makasi Zam atas tebengannya, karna kalo dajak patungan Azamnya jarang mau n kebetulan juga jarang isi bensin, hehe…ada pun jika terdapat berbagai kedodolan lajutan, mak a mungkin akan diceritakan sebagai sesi lanjutan,,,

Maksi ya yg udah gw tebengin semuanyaa. . .

Syir^^hehe…

Individu yang Bersatu Sebagai Senjata Dalam Memerangi Narkoba


Banyak di antara kita yang sebatas tahu bahwa narkoba hanya merupakan merupakan zat yang berbahaya, padahal pemahaman akan narkoba sangatlah penting. Narkoba-singkatan dari NARkotika, psiKOtropika dan Bahan Adiktiflainnya merupakan zat-zat alami atau kimiawi yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang jika zat-zat tersebut dimasukkan ke dalam tubuh (Modul untuk Remaja, BNN 2007). Narkoba tidak berbahaya jika penggunaannya sesuai, yakni untuk keperluan medis dan ilmu pengetahuan yang diatur dalam Undang-undang (di Indonesia). Namun realitanya, narkoba telah disalahgunakan sehingga dampaknya menjadi sangat berbahaya.

Penyalahgunaan narkoba berbahaya, karena narkoba dapat merangsang atau menekan atau membuat otak sebagai syaraf pusat berhalusinasi sehingga syaraf pusat dan organ tubuh lainnya terganggu, rusak dan tidak dapat berfungsi. Seorang individu akan kehilangan control diri dan bahkan terancam kematian jika terus menerus memakai narkoba karena tidak mampu menahan rasa sakit saat ketagihan dan tidak dipenuhi dan over dosis (OD). Bahkan penggunaan jarum suntik dalam pemakaian narkoba menyumbang 42,3 % (Media Indonesia, Maret 2009) dari penderita HIV/AIDS di Indonesia.

Selain itu, individu yang telah terjerat narkoba akan kehilangan fungsinya dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Nama baik keluarga akan tercemar, reputasi sekolah atau kampus atau kantor akan menurun, pembatasan pergaulan oleh masyarakat akan terjadi dan terkikisnya budaya bangsa sebagai akumulasi dari dampak penyalahgunaan narkoba yang kemudian melemahkan ketahanaan nasional suatu bangsa akibat karakter tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa rantai setan narkoba dapat menyeret masa depan bangsa ke dalam jurang kesesatan.

Jika digambarkan, masalah narkoba menyerupai piramida, di mana hanya sedikit kasus yang muncul ke permukaan, namun akar-akar rumputnya mengikat berbagai lapisan masyarakat, tanpa membeda-bedakan usia, jenis kelamin dan pekerjaan. Bahkan ada pula pejabat pemerintah (Media Indonesia, Mei 2009)yang tidak hanya melakukan penyalahgunaan narkoba, tapi juga melakukan penyalahgunaan jabatannya.

Sangat disayangkan pula bahwa dari data Mabes Polri tahun 2007 saja menunjukkan bahwa usia produktif memiliki jumlah paling besar baik sebagai pengguna, maupun tersangka pengedar narkoba. Sedangkan usia yang memiliki kecenderungan untuk menggunakan narkoba yaitu pada masa remaja, saat terjadi pertumbuhan dan perubahan secara psikologis dan biologis, saat pencarian jati diri dimulai dengan emosi yang belum dapat dikendalikan, dengan rasa ingin tahu yang besar, dan hasrat utnuk dapat diterima dalam lingkungan tempat remaja bersosialisasi, ditambah lagi jika terjadi kesalahpahaman antara remaja tersebut dengan orang-orang terdekat (keluarga dan teman) yang membuat remaja tidak dapat memikirkan hal positif tentang dirinya, lingkungan dan kehidupannya, sehingga masa ini sangatlah rawan bagi remaja untuk dapat terseret arus menuju lautan narkoba.

Bahaya narkoba, bukan hanya bagi Indonesia saja, narkoba merupakan ancaman global dan dapat dikatakan pula sebagai “penjajah era-baru” yang korbannya mencakup masyarakat global, karena dalam persebarannya melibatkan transnational actors yang melakukan criminal crimes dengan mengupayakan agar illegal trafficking yang mereka lakukan sukses, di mana berdasarkan buku Advokasi penyalahgunaan narkoba BNN tahun 2007 menyatakan bahwa permasalahan narkoba mencakup illicit drug production (produksi gelap narkoba), illicit drug trafficking (perdagangan gelap narkoba), dan drug abuse (penyalahgunaan narkoba).

Bagi Indonesia, dengan lokasi yang sangat strategis secara geografis, yakni berada di antara dua Samudera (Hindia dan Pasifik) dan di antara dua Benua (Asia dan Australia), maka lalu lintas perdagangan internasional sangat ramai terjadi. Lalu Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang luas dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, juga letak Indoesia yang dekat dengan wilayah Golden Cresent (Bulan sabit emas) dan Golden Triangle ( Segi Tiga Emas ) yang merupakan daerah penghasil opium terbesar di dunia, hal ini memberikan kesempatan bagi sindikat perdagangan narkoba internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai target “empuk” pemasaran narkoba yang memang menjanjikan pendapatan yang “menggiurkan”, sehingga mereka melakukan penyelundupan-penyelundupan narkoba melalui jalur darat, laut dan udara, bahkan tak jarang dengan bantuan dari “orang dalam” Indonesia sendiri, yang tergoda dengan “iming-iming” materi tersebut demi kantong pribadi tanpa memikirkan nasib bangsa.

Permasalahan narkoba tentunya menyeret permasalahan lain, yakni masalah ekonomi, social, budaya, kesehatan, hukum dan keamanan.

Dalam hal ekonomi, data dari BNN tahun 2007 menunjukkan biaya yang digunakan untuk mengkonsumsi narkoba merupakan biaya konsumsi terbesar dengan nilai mencapai Rp 11,3 Triliun dengan angka kematian dari pecandu narkoba sebesar 15 % tiap tahunnya - yang jika dititung-hitung maka setiap hari ada sekitar 40 orang yang meninggal dunia karena narkoba. Dalam hal social, yakni akibat kebutuhannya akan narkoba, seseorang akan melakukan tindakan apapun, yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain, misalnya dengan menjual tubuh, atau mencuri barang-barang yang bukan miliknya, atau justru seorang pecandu akan mengajak teman-temannya untuk ikut bersamanya mencoba narkoba hingga kecanduan. Dalam hal budaya, nilai-nilainya, lama kelamaan dapat terkikis seiring dengan perkembangan zaman, ditambah dengan apatisnya orang-orang yang mencandu narkoba terhadap lingkungan, dan bisa jadi hal tersebut menjadi kebiasaan dari masa ke masa yang membuat nilai-nilai kebudayaan luntur. Dalam hal kesehatan, jelas sekali penyakit-penyakit yang timbul akibat narkoba, selain penyakit kejiwaan, penyakit fisik lainnya yaitu kanker, kelainan seksual, rusaknya jantung, paru-paru dan lainnya yang sangat mahal sekali biaya pengobatannya dan bahkan tidak sedikit yang tidak dapat diobati kembali. Dalam penegakan hukum, tak dapat dipungkiri bahwa aktifitas pencucian uang dalam kejahatan narkoba sangat sulit untuk dibuktikan, sehingga dalam penanganan segala bentuk kejahatan narkoba yang jumlahnya sangat banyak namun tak namapak tersebut dibutuhkan kekuatan yang besar dalam pemberantasannya. Dalam hal kemanan, hasil dari penjulanan narkoba dapat dignakan sebagai “modal” untuk membentuk angkatan bersenjata sendiri atau sebagai biaya untuk melakukan pemberontakan seperti yang terjadi di negara Myanmar.

Meskipun di dunia telah ada badan yang menangani masalah narkoba - yaitu United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC), dan kesepakatan regional untuk memberantas narkoba (ASEAN bagi Indonesia ) namun usaha untuk tersebut tidak akan berhasil tanpa didukung oleh tekad dan keinginan kuat dari semua pihak, dimulai dari individu yang menjalankan peranannya. Pelajar agar belajar dengan tekun untuk mencapai cita-cita, dan tak malu untuk berkonsultasi akan permasalahan yang dialami kepada orang-orang yang tepat seperti orang tua atau guru pembimbing, lalu orang tua harus menjalankan fungi keluarga yang utama dengan akan pola komunikasi yang baik antara orang tua dan anak-anaknya dengan memberikan kegiatan alternative bagi anak-anaknya dalam mengisi waktu, guru agar selalu siap dalam menengarkan dan mambantu permasalahan siswa-siswinya. Para pejabat berwenang pun harus bertugas sesuai dengan kewajiban dan haknya., dan semua pihak yang tidak disebutkan harus meliliki kesadaran moral.

Dimulainya dari individu, maka akan merembet kepada masyarakat, komunitas dan kemudian bangsa dan negara, terlebih Inonesia patut bersyukur karma telah ada badan yang menangani masalah narkoba secara nasional, selain itu juga banyak lembaga nirlaba yang concern terhadap pencegahan, maupun tempat rehabilitasi penggunaan narkoba, bahkan ada di antara panti rehabilitasi tersebut yang terbesar se-Asia Tenggara dengan memberikan pelayanan secara gratis sebagai upaya memberantas dan mengurangi kejahatan narkoba demi mewujudkan Indonesia bebas narkoba 2015, kita semua pasti bisa!.